Example floating
HeadlinePendidikan

Viral..!! Orang Tua Siswa SDN Kemirisewu I Ngaku Tertekan Iuran HUT RI

48
×

Viral..!! Orang Tua Siswa SDN Kemirisewu I Ngaku Tertekan Iuran HUT RI

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi foto.
banner 600x70

PASURUAN, Swaranetizen.com – Semangat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 mulai terasa di SDN Kemirisewu I Pandaan. Pihak sekolah tengah menyiapkan berbagai kegiatan meriah, mulai dari lomba Agustusan yang digelar Kamis dan Jumat, 28–29 Agustus 2025, hingga acara puncak Jalan Sehat bertema Perjuangan pada Sabtu, 30 Agustus 2025.

Para siswa kelas 1 hingga kelas 6 diwajibkan mengenakan kostum ala pejuang kemerdekaan saat jalan sehat. Sementara untuk lomba-lomba Agustusan, seluruh siswa diminta mengenakan seragam olahraga.

Selain itu, setiap siswa juga diwajibkan membawa doorprize senilai Rp10.000 yang dibungkus kertas kado atau koran, dikumpulkan paling lambat Kamis (28/8) melalui wali kelas.

“Partisipasi semua siswa sangat kami harapkan untuk memeriahkan HUT RI ke-80 ini,” ujar Kepala SDN Kemirisewu I Pandaan, Irma Maulidah, M.Pd., melalui pesan di salah satu grup WhatsApp sekolah.

Namun di balik gegap gempita persiapan tersebut, muncul suara-suara keberatan dari sebagian wali murid terkait kebijakan iuran kegiatan.

Berdasarkan laporan keuangan paguyuban per 26 Agustus 2025, tercatat pemasukan sebesar Rp360.000 dari 18 siswa, dengan kontribusi Rp20.000 per anak. Dana tersebut mayoritas, yakni Rp270.000, digunakan untuk kegiatan kemah siswa, menyisakan saldo Rp90.000.

Kebijakan iuran yang semula disebut sukarela kini dinilai memberatkan. Beberapa wali murid merasa kebingungan karena harus kembali mengeluarkan biaya tambahan.

“Awalnya kami kira iuran ini untuk satu kegiatan saja, tapi kok tiba-tiba ada tambahan lagi. Rasanya kami seperti dibebankan terus,” keluh Siti (nama samaran), wali murid kelas 3.

Agus (bukan nama sebenarnya), wali murid kelas 5, juga menyampaikan hal serupa. “Kami mendukung kegiatan sekolah, tapi sebaiknya informasi iuran jelas dari awal. Jangan sampai kami merasa dirugikan,” ujarnya.

Sementara itu, wali murid lainnya menegaskan ketidaknyamanannya. “Kami pun merasa keberatan. Sebelumnya sudah bayar Rp20 ribu, sekarang diminta bawa kado juga,” ungkapnya.

Pihak sekolah menyatakan bahwa bagi siswa yang tidak ikut iuran paguyuban, pembayaran kegiatan bisa disalurkan langsung kepada guru atau Ketua Koordinator Kelas 3, Mbk Siama.

Hingga berita ini diterbitkan, media ini masih berupaya meminta konfirmasi resmi dari pihak sekolah terkait keluhan wali murid tersebut.

(tim Redaksi)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *