Example floating
HeadlineHukrim

Kapolri Tegas Soal Judi, Tapi di Blandit Singosari Sabung Ayam Jalan Terus!

17
×

Kapolri Tegas Soal Judi, Tapi di Blandit Singosari Sabung Ayam Jalan Terus!

Sebarkan artikel ini
Di dalam lokasi perjudian memperlihatkan ramainya pengunjung penjudi. (swaranetizen)
banner 600x70

SINGOSARI, Swaranetizen.com – Warga Dusun Blandit, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, geram. Mereka menyerukan agar aparat kepolisian segera menertibkan praktik judi sabung ayam yang disebut berlangsung setiap hari dan mencapai puncaknya setiap Sabtu. Lokasi itu bahkan dijuluki warga sebagai “sarang perjudian” yang tetap buka meski kadang pura-pura libur.

Menurut warga, arena sabung ayam tersebut dikelola oleh seseorang berinisial BD, yang diduga mendapat perlindungan dari oknum aparat. Aktivitas ilegal itu berlangsung terang-terangan tanpa rasa takut hukum, bahkan disebut sudah menjadi rahasia umum di kalangan warga.

“Semua orang tahu tempat itu buka tiap hari. Sabtu kemarin malah ada tujuh ayam tarung, tapi aparat diam saja. Jangan-jangan memang diback-up,” ujar seorang warga dengan nada kesal kepada media ini, Rabu (5/11/2025).

Warga lainnya menambahkan, sudah banyak warga yang resah karena suara gaduh dan peredaran uang taruhan.

“Kami sudah bosan. Dulu tempat lain sudah dibakar bareng polisi dan warga. Kenapa di sini malah dibiarkan? Ada apa ini?” ucapnya dengan wajah memerah.

Masyarakat menuntut agar penutupan total segera dilakukan, sebagaimana pernah dilakukan terhadap lokasi sabung ayam lain di wilayah sekitar. Mereka menilai, tindakan tegas adalah satu-satunya jalan untuk mengakhiri keresahan sosial dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.

Hingga berita ini ditulis, aparat kepolisian setempat belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlibatan oknum dalam pengamanan arena tersebut.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara nasional telah menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap segala bentuk perjudian.

“Terkait dengan masalah perjudian, kami tidak ada toleransi. Siapa pun yang terlibat, baik pelaku maupun petugas yang membiarkan, akan diproses dan bisa dicopot,” tegas Kapolri dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR RI.

Bagi warga Blandit, pernyataan Kapolri ini menjadi harapan sekaligus ujian nyata bagi kepolisian daerah. Mereka menunggu tindakan konkrit, bukan janji.

“Kami ingin lihat, omongan Kapolri itu dijalankan nggak. Kalau diam saja, berarti hukum cuma tegas di spanduk, bukan di lapangan,” cetus seorang tokoh warga Singosari.

Warga menegaskan, sabung ayam di Blandit bukan sekedar hiburan, tapi telah menjadi sumber keresahan, perjudian, dan kemerosotan sosial. Mereka mendesak agar aparat segera melakukan penggerebekan, menutup arena, dan menyeret pihak yang terlibat tanpa pandang bulu.

“Kalau hukum benar-benar ditegakkan, tutup sekarang juga. Jangan tunggu warga yang bergerak,” pungkas salah satu warga yang meminta namanya untuk di rahasiakan.

(tim redaksi swaranetizen.com)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *