JATIM, Swaranetizen.com – Polemik hadiah tanah kavling pada ajang Karnaval Bangil tahun 2023 kini memasuki babak baru. Setelah sempat viral di berbagai media online, kasus ini kini resmi bergulir ke ranah hukum dan ditangani oleh Polres Pasuruan.
Sosok yang sebelumnya kerap tampil di ruang publik dan dikenal gemar mengaku kaya serta paham urusan pemerintahan, kini justru dilaporkan balik oleh korban penerima hadiah tanah kavling. Laporan tersebut diduga berkaitan dengan penipuan dan sengketa kepemilikan tanah yang dijanjikan sebagai hadiah utama dalam acara karnaval tersebut.

Tak berhenti di situ, redaksi Swaranetizen.com juga menerima sejumlah email dan laporan masyarakat yang mengeluhkan perilaku serta dugaan kasus lain yang menyeret nama orang yang sama.
Warga menilai, sosok tersebut kerap bermasalah dalam berbagai urusan tanah dan transaksi keuangan di wilayah Kecamatan Rembang, Bangil, hingga Pandaan.
“Orang itu sadis, Pak. Badannya kecil tapi kelakuannya luar biasa, suka menipu dan ngomong besar,” tulis salah satu warga melalui email ke redaksi.
“Kami sudah bayar biaya AJB, tapi sampai sekarang tanahnya tidak jelas dan sertifikat tidak pernah kami terima,” ungkap warga asal Rembang.
“Katanya tanah sudah siap, padahal tanah itu bukan miliknya. Hanya janji-janji dan tipu muslihat,” ujar sumber lain yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Dari keterangan beberapa warga, terungkap bahwa sebagian tanah yang dijanjikan kepada para pembeli bukan milik pribadi pelaku, bahkan sebagian hanya dibayar dengan uang muka tanpa kejelasan lanjutan. Beberapa korban mengaku mengalami kerugian hingga jutaan rupiah akibat praktik tersebut.
Tak hanya itu, sejumlah sumber juga menduga kuat bahwa sosok yang “mengaku kaya” ini memiliki hubungan dengan beberapa anggota DPRD setempat. Dugaan sementara menyebutkan adanya indikasi praktik pencucian uang melalui transaksi tanah kavling yang melibatkan oknum-oknum tertentu.
Sebelumnya, redaksi Swaranetizen.com telah menurunkan pemberitaan awal mengenai polemik keabsahan hadiah tanah kavling di ajang Karnaval Bangil 2023, di mana banyak peserta mempertanyakan legalitas sertifikat yang dijanjikan panitia.
Kini, bukti dan laporan tambahan memperkuat dugaan bahwa konflik ini bukan sekedar persoalan hadiah karnaval, melainkan kasus serius yang berpotensi menyeret banyak pihak ke meja hukum.
Di sisi lain, di media sosial, akun TikTok @viralnyajatim juga dipenuhi komentar pedas dari netizen yang menyoroti perilaku orang yang sama. Salah satunya dari pengguna @lillycrosslink yang menulis:
“Spill dong, siapa yang pernah beli tanah kavling di Muslimin, dapet sertifikatnya ruwet apa enggak?”
Komentar lain datang dari akun @bennybenk yang menulis,
“Bupati LIRA itu kah?”
dan langsung dibalas oleh akun lain,
“Bupati apa itu bro, bupati remek!”
Beberapa komentar tambahan dari warganet juga tak kalah keras:
“Modal mulut doang, gaya tinggi tapi ngerugiin orang,” tulis @fitrapasuruan.
“Kalau benar pengusaha tanah, harusnya urus sertifikat orang, bukan cuma foto-foto pamer mobil,” tambah @donnypas.
“Udah waktunya aparat turun tangan, jangan sampai ada korban baru,” ujar @herujr.
Sejumlah komentar tersebut bisa dilihat langsung di tautan video berikut: https://vt.tiktok.com/ZSydPs7eG/.
Redaksi Swaranetizen.com akan terus melakukan klarifikasi dan konfirmasi resmi kepada pihak-pihak terkait, termasuk Polres Pasuruan, DPRD setempat, dan pihak terlapor, untuk mendapatkan data dan keterangan yang seimbang, sesuai prinsip jurnalistik faktual, berimbang, dan independen. (Lks)








