PASURUAN, JATIM, Polemik antara Moeslem Property dan warga Sukorejo, Pasuruan, memasuki babak baru. Setelah Pimpinan Umum Swaranetizen.com buka suara terkait laporan atas dugaan penipuan oleh pihak Moeslem Property, situasi justru kian memanas. Alih-alih mendapat simpati, pihak Moeslem Property malah menuai gelombang hujatan dari publik di media sosial.

Perdebatan sengit itu mencuat di akun Facebook Radar Bromo, tempat netizen beramai-ramai melontarkan kritik pedas. Banyak dari mereka menilai Moeslem Property tak transparan, bahkan terkesan menghindar dari tanggung jawab terkait hadiah yang belum diterima pemenang acara Karnaval Bangil 2023, yang digelar dua tahun lalu.
Akun @Fatur Alfafh menulis dengan nada sinis,
“Lucu lucuuu. Kalau memang gak mau dituduh nipu, ya konfirmasi ke pemenang alasannya kenapa gak bisa dibagikan. Setidaknya kalau mau mengadakan acara, hadiahnya disiapkan dulu, biar gak jadi boomerang.”

Nada serupa muncul dari @Ade Yudha,
“Luar biasa logikanya. Acara dua tahun lalu belum kelar, tapi yang ngomong malah tersinggung disebut nilep.”
Lebih keras lagi, @Huda Haki Zaki menyorot tajam lambannya proses penyelesaian:
“Yo pantesan ae di berita no menipu. Wes dua tahun surat-surat sek berproses gak mari-mari. Ngunu ae ngelek-ngelekno acara karnaval e Bupati. Repot mosoh wong iki.”

Sementara @Bimo Saputro bahkan tak segan menyebutnya terang-terangan,
“Hadiah dua tahun gak ada kejelasan, ya jelas dibilang nipu. Wong sebulan aja bisa kelar, iki dua tahun isone alasan wae.”
Komentar paling logis datang dari @Diah Kholilurrohman, yang menyoroti dalih “proses notaris” yang dinilai tak masuk akal,
“Ngurus nang notaris dua tahun? Notaris ndi iku. Aku gawe SHM dua minggu wes dadi.”

Tak berhenti di situ, akun @pokok yakin juga melontarkan sindiran keras, menuding pihak Moeslem Property hanya pandai bicara tapi minim realisasi.
“Iki Muslimin seng koar-koar nang acarae Cak Rusdi wengenane iku ta? Seng ngelek-ngelekno acara karnaval. Ternyata tambah parah, acara dua tahun lalu hadiahe aja belum dibagi. Dituduh nipu malah gak terima.”
Dari derasnya komentar warganet, tampak jelas opini publik kian mengarah pada ketidakpercayaan terhadap Moeslem Property. Banyak yang menilai perusahaan tersebut tidak profesional, penuh janji tanpa realisasi, dan berpotensi menutupi persoalan internal yang lebih besar.
Bahkan, beberapa komentar mengaitkan kasus ini dengan dugaan lain, seperti penyerobotan lahan warga Randu 7, yang disebut-sebut juga menyeret nama perusahaan yang sama.
Sebelumnya, Pimpinan Umum Swaranetizen.com menegaskan, bahwa pemberitaan terkait dugaan penipuan Moeslem Property sepenuhnya berdasar laporan masyarakat dan bukti-bukti lapangan yang telah diverifikasi.
Ia juga menyatakan, siap menghadapi segala bentuk upaya pelaporan balik, selama kebenaran dan data menjadi pijakan utama dalam setiap berita.
Kini, setelah gelombang komentar publik membanjiri media sosial, citra Moeslem Property kian terpuruk. Masyarakat Pasuruan menanti kejelasan dan transparansi dari pihak Meoslem, apakah benar ada proses hukum yang berjalan, atau sekedar upaya mengulur waktu dengan janji-janji manis yang tak kunjung ditepati. (lks)








