Example floating
HeadlineHukrim

Janji Kavling Tak Ditepati, Berita Swaranetizen.com Malah Dilaporkan ke Polisi?

21
×

Janji Kavling Tak Ditepati, Berita Swaranetizen.com Malah Dilaporkan ke Polisi?

Sebarkan artikel ini
Saat penyerahan uang sebesar 5 juta buat pengurusan AJB, di kediaman Bos Property di Bangil. (Foto.swaranetizen)
banner 600x70

JATIM, PASURUAN, Swaranetizen.com – Manajemen redaksi Swaranetizen.com akhirnya angkat bicara menanggapi tudingan sepihak yang dilayangkan oleh Muslimin, pengusaha properti asal Bangil, Kabupaten Pasuruan, yang melaporkan media ini ke pihak kepolisian Polres Pasuruan.

Direktur Utama PT Kilas Info Group sekaligus Pimpinan Umum Swaranetizen.com, Agus Khotymah, S.I.Kom, menegaskan bahwa pemberitaan yang diterbitkan wartawannya sah, berimbang, dan memiliki dasar jurnalistik yang kuat.

Menurut Agus, tudingan yang menyebut pemberitaan Swaranetizen.com tidak kredibel merupakan upaya mengaburkan fakta hukum atas laporan yang justru dibuat sendiri oleh pelapor.

“Berita yang kami tayangkan telah melalui proses konfirmasi langsung kepada pelapor di Pasuruan. Kami memiliki dokumentasi wawancara dan bukti pendukung yang memperkuat dasar penulisan berita tersebut,” tegas Agus Khotymah.

Agus menambahkan, redaksi Swaranetizen.com selalu bekerja berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Dalam ketentuan tersebut, pers wajib menyajikan berita berdasarkan fakta serta memberikan ruang hak jawab kepada pihak yang merasa dirugikan.

“Kami terbuka terhadap hak jawab siapa pun, termasuk dari Muslimin. Namun hak jawab harus disampaikan secara resmi dan sesuai mekanisme pers, bukan melalui tekanan atau framing di luar koridor hukum,” ujarnya.

Agus juga menegaskan, bahwa Swaranetizen.com tidak memiliki kepentingan pribadi dalam kasus ini.

“Kami tidak berpihak pada siapa pun. Tugas kami menyampaikan informasi berdasarkan data dan fakta, bukan opini atau intervensi pihak tertentu,” tandasnya.

Lebih lanjut, ia memastikan redaksi akan mengawal kasus ini hingga tuntas, baik dari sisi hukum maupun etika jurnalistik.

“Pers adalah pengawas sosial, bukan alat pembentuk opini sesat. Kami akan terus berdiri di atas prinsip kebenaran dan tanggung jawab jurnalistik,” tegasnya.

Agus juga memberikan klarifikasi terkait kondisi internal redaksi. Ia mengungkapkan bahwa Pimpinan Redaksi Swaranetizen.com baru saja berpulang, sehingga beberapa nomor kontak yang tercantum di box redaksi sementara tidak aktif.

“Jika ada pihak yang mencoba menghubungi pimpinan redaksi namun hanya centang satu, itu karena nomornya sedang dinonaktifkan. Saat ini kami dalam proses penetapan pimpinan redaksi baru,” jelasnya.

Selain itu, Agus menyebut bahwa pihak korban di Sukorejo tidak pernah memberikan izin untuk membagikan nomor kontak Moeslem Property kepada wartawan, sehingga tudingan kurangnya konfirmasi dinilai tidak berdasar.

“Kami siap bertanggung jawab atas setiap berita yang kami tayangkan. Namun kami juga berhak dilindungi oleh undang-undang dari tudingan yang tidak berdasar,” pungkas Agus.

Sebelumnya, publik menyoroti sosok Muslimin, bos Moeslem Property asal Bangil, yang sempat menjanjikan hadiah tanah kavling kepada pemenang Karnaval Bangil 2023, namun janji itu hingga kini tak pernah ditepati.

Sejumlah warga menilai, Muslimin gemar memamerkan kekayaan dan sering berbicara soal uang dalam berbagai kesempatan, namun di balik citra suksesnya, ia dikenal pelit dan manipulatif.

Dalam pernyataannya di salah satu media, Muslimin membantah isi berita Swaranetizen.com.

“Judul dan isi berita yang ditayangkan di Swaranetizen.com tidak mencerminkan keadaan sebenarnya. Pemenang karnaval adalah saudari Ira, namun atas permintaan Ira, AJB di atasnamakan saudara FZ. Penulis juga tidak pernah mengonfirmasi kepada saya,” ujar Muslimin kepada sejumlah media online, Selasa (21/10), usai melaporkan Swaranetizen.com.

Namun, menurut Agus, korban Karnaval Bangil 2023 telah berkali-kali berusaha menghubungi pihak Moeslem Property tanpa respon jelas. Bahkan, baru setelah pemberitaan muncul, Muslimin menunjukkan AJB tanah kavling yang dimaksud.

“Dari dulu ke mana? Kenapa baru setelah ada berita lalu menunjukkan AJB? Apa memang ada niat mempermainkan fakta? Dan kapan sebenarnya AJB itu selesai dibuat?” ungkap korban kepada Agus.

Korban juga menuding, bahwa tindakan Moeslem Property seolah mempermainkan masyarakat kecil.

“Jangan-jangan uang yang dipakai untuk janji-janji itu malah uang orang lain, bahkan bisa dikaitkan dengan TPPU,” kata korban.

Hingga berita ini diturunkan yang ke tiga kalinya, korban tetap menolak memberikan nomor kontak pribadi bos Moeslem Property.

(Redaksi Swaranetizen.com)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *