JATIM, PASURUAN, Alih-alih menunjukkan citra sukses, bos Moeslem Property asal Bangil kini justru menjadi bahan cemoohan publik. Pria yang kerap mengaku kaya dan berpengaruh itu perlahan-lahan terbongkar kedoknya. Salah satu kasus paling mencolok yaitu, janji pemberian tanah kavling kepada pemenang karnaval Bangil tahun 2023, yang hingga kini tak pernah terealisasi.
Berbagai pihak menyebut, bos Moeslem Property selama ini gemar membanggakan diri dengan uang dan kekayaan. Dalam berbagai acara seperti audiensi maupun aksi unjuk rasa, ucapannya tak pernah jauh dari kata “uang”. Namun, di balik gaya bicaranya yang meyakinkan, sifat aslinya justru pelit dan manipulatif.
“Wonge asline medit. Menang gaya lek ngomong-red Jawa. (Orangnga aslinya pelit. Hanya menang gaya ketika berbicara di publik),” ujar salah satu warga Bangil yang geram melihat gayanya.
Salah satu korban bahkan berani bersuara di media. Ia mengaku dijanjikan tanah kavling sebagai hadiah, tetapi justru diminta uang Rp5 juta dengan alasan pengurusan akte jual beli (AJB). Setelah uang diserahkan, yang diterima hanyalah janji manis tanpa bukti.
“Saya diminta uang sebesar Rp5 juta pada 19 November 2024. Tapi sampai sekarang, hasilnya nol besar. Janji cuma gaya-gayaan,” ungkap korban kepada Swaranetizen.com, Sabtu (18/10/2025).
Korban menegaskan, ini bukan sekedar soal melapor polisi atau tidak. Ia merasa diperas secara halus oleh sosok yang mengaku dermawan, padahal justru memanfaatkan warga kecil demi citra pribadi.
Lebih lanjut, korban menduga ada kongkalikong politik di balik karnaval tersebut. Acara yang dihadiri salah satu bakal calon Bupati Pasuruan, inisial FZ, diduga menjadi panggung pencitraan yang menjual janji palsu untuk menarik simpati warga.
“Waktu itu ada bacalon bupati. Bisa jadi ada permainan di balik acara itu, supaya dapat perhatian dan suara dari warga,” tambahnya.
Kini, karnaval akbar 1 Oktober 2023 di Bangil yang dulu sempat meriah, berubah menjadi polemik besar dan skandal publik. Janji hadiah tanah kavling yang tak kunjung ditepati menjadi bukti bahwa popularitas dan kekayaan semu tak bisa menutupi watak aslinya.
Hingga berita ini dirilis untuk kedua kalinya, pihak korban masih enggan membagikan nomor kontak pribadi milik Moeslem Property. Swaranetizen.com akan terus menelusuri dan mengawal perkembangan kasus ini hingga tuntas. (Slh)








